Sekolah Alam Kebun Tumbuh Depok

IMG_20150401_111958
Sekolah Alam adalah sebuah konsep pendidikan[1] yang digagas oleh Lendo Novo berdasarkan keprihatinannya akan biaya pendidikan yang semakin tidak terjangkau oleh masyarakat. Ide membangun sekolah alam adalah agar bisa membuat sekolah dengan kualitas sangat tinggi tapi murah. Itu dilakukan karena sebagian besar rakyat Indonesia miskin.

Paradigma umum dalam dunia pendidikan adalah sekolah berkualitas selalu mahal. Yang menjadikan sekolah itu mahal karena infrastrukturnya, seperti bangunannya, kolam renang, lapangan olahraga, dan lain-lain. Sedangkan yang membuat sekolah itu berkualitas bukan infrastruktur. Kontribusi infrastruktur terhadap kualitas pendidikan tidak lebih dari 10%. Sedangkan 90% kontribusi kualitas pendidikan berasal dari kualitas guru, metode belajar yang tepat, dan buku sebagai gerbang ilmu pengetahuan. Ketiga variabel yang menjadi kualitas pendidikan ini sebetulnya sangat murah, asalkan ada guru yang mempunyai idealisme tinggi. Dari situ Lendo mencoba mengembangkan konsep-konsep sekolah alam.
Alam pada kata sekolah alam mempunyai dua makna.

Alam; dalam arti pengalaman
Alam; semesta alam, makhluk, dan segala sesuatu yang diciptakan Allah swt

Baik alam sebagai makhluk dan alam sebagai ilmu dan pengalaman berasal dari akar kata yang sama. Sekolah alam percaya bahwa alam dan pengalaman adalah guru terbaik. [8]

Alam dalam arti pengalaman

Pendekatan yang dominan digunakan dalam konsep sekolah alam adalah siswa diajak untuk melalui serangkaian kegiatan (pengamalan dan pengalaman), setelah itu distrukturkan. Hal ini berbeda dengan umumnya pendidikan di Indonesia, di mana siswa mempelajari buku pelajaran dulu, baru kemudian diamalkan.

Maka, pendidikan yang totalitas (total education) menurut sekolah alam akan mampu membawa siswa dalam tahap berikut:

Tambah pengalaman, tambah pengetahuan (ranah IQ)
Tambah pengalaman, tambah tangkas (ranah PQ, physical/power quotient)
Tambah pengalaman, tambah bijak (ranah EI, emotional intelligence)
Tambah pengalaman, tambah iman (ranah SI, spiritual intelligence) [9]

Alam dalam arti semesta alam

Alam semesta memiliki hukum dan konsep tersendiri yang tunduk di bawah kendali-Nya. Misalnya fenomena gravitasi, yang berarti setiap benda yang jatuh pasti menuju ke arah pusat bumi tempat magnet raksasa tersimpan. Sinar matahari yang sesuai dengan kebutuhan semua makhluk hidup. Daur karbon, bitrogen, oksigen, dan air serta fuilditasnya yang bermanfaat bagi kehidupan. Siklus itu terbentuk di bawah kendali Sang Pencipta. [10]

Alam mengajarkan kepada kita untuk menjadi pribadi-pribadi tangguh yang siap menjemput kesuksesan dan kemuliaan dalam hidup. Kejadian di alam memberikan contoh dan hikmah kepada kita bagaimana alam dapat mengilhami lahirnya ilmu pengetahuan. Namun tentu semua hanya dapat dimiliki oleh manusia yang mau berpikir dan belajar bersama alam.

Kurikulum :
Konsep kurikulum sekolah alam menurut Lendo adalah:

Pengembangan akhlak, dengan metode ‘teladan’
Pengembangan logika, dengan metode action learning ‘belajar bersama alam’
Pengembangan sifat kepemimpinan, dengan metode ‘outbound training’
Pengembangan mental bisnis, dengan metode magang dan ‘belajar dari ahlinya’ (learn from maestro)

Lendo menghendaki agar setiap sekolah alam berbasis pada potensi daerah. Sekolah alam di Rembang misalnya, pasti akan ikut melestarikan hutan Rembang dan mengembangkan ukirannya. Sekolah alam di Kalimantan piawai dalam masalah kehutanan. Sekolah alam Cianjur, berbasis pada pertanian beras dan bunga potong. Dan seterusnya.[12] Suhendi mengistilahkannya sebagai in-situ development dan kemudian mengembangkan metode Belajar Bersama Alam agar setiap sekolah alam dapat menggali potensi daerahnya dalam pembelajaran (wikipedia.org)

Sekolah Alam Terjangkau di Sawangan Depok
Sekolah Alam Kebun Tumbuh – Depok
www.sekolahkebuntumbuh.sch.id

One Response

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *